sekitar 3 ke 4 pagi.
sampai di Tanjung Balau.
sepi
yang ada cuma deretan kemah-kemah kecil
juga sedikit kumpulan unggun api
dingin bercampur hangat
tenang
tenang sangat air laut
terlihat dari jauh pancaran lampu-lampu dari bot-bot nelayan yg sedang tekun mencari sesuap nasi
barangkali
begitu juga kondisi ayah yg setiap malam keluar mencari rezeki di tengah lautan yg tidak berpenghuni
oh ayah
sesungguhnya jasamu terlalu besar bagi meng'hidup'kan kami semua sehingga kini
terima kasih ayah
dan sedang tekun si polan dan si polan bermadu asmara disebelah sana
aku bersama seorang lagi teman
khusyuk menatap ketenangan air laut
romantis
tapi lebih romantis jika dia adalah yg tersayang
kami bercerita
bercerita bukan tentang cinta
tetapi
tentang dunia
tentang kerja
tentang bintang
tentang titik embun
tentang hindustan
dan terselit juga tentang UFO
puas
puas kami bergelak santai
di pinggiran pantai
linkungan 5 ke 6 pagi
berarak pulang ke teratak masing-masing
ini bukan cerita cinta terindah
dan tiada niat untuk menamakan ia sebagai cerita cinta
cuma indahnya bila aku bersandar
dan melihat bintang-bintang di sebalik celah-celah daun yg sedang berembun
dalam pada itu
aku berfikir
ya Allah,
sungguh
ini yg paling terindah (:

